Saturday, 9 January 2016

KUMPULAN PUISI 1 (TURKEY)

Ingin hati memelukmu dalam rindu yang tak tertahan
Membuatku enggan melepasmu sampai luluh rasa itu.
Mendekapmu erat tanpa kata yang terucap
Hanya mata yang saling menatap
Memelukmu mebawaku dalam buai nikmat cinta
Membuat hati gembira tiada tara.
Semua karena rasaku padamu
Membelaimu, memelukmu, menatapmu
Ungkap rasa yang tak terucap
Harap hati... rasa terbalas sama
#Bursa, 2 Nov 14


Sendiriku terbaring diperaduan
Melayangkan hayalku padamu
Tak terucap rindu yang kupendam
Hanya suara hati yang tak pernah diam

                Ditemani dingin malam
                Mata tak kunjung padam
                Rasa ingin dirimu disisi memelukkan kehangatan
                Apa daya hanya sekedar angan

Walau nanti mata akan terpejam
Harap esok dirimu tersenyum
Senyum seperti hari-hari penuh bunga yang lalu
Takkan lupa pagi menyapamu
Maka ingatlah akukan selalu bersama pagi
#kusadasi, 3 Nov 14


Termenungku menatap sang surya berangsur hilang
Tenggelam dibalik bukit
Keindahan tersaji walau sesaat
Gelap datang perlahan
            Tiada daya menolaknya
             Walau bulan memaksa sinar temaramnya
Ingatanku padamu semakin menjadi
Harapku hadirmu disini bergandeng pinggang
Menyaksikan pertunjukan dari yang Maha Indah
                Rindu pastilah tak dapat ditolak
                Ia hadir menghias hati para pencinta
                Walau esok hidup tak pasti... tetap rindu akan kembali   
 #cotton castle, pamukkale, 4 Nov 14


Hadirmu.....
Ingin peluk erat sampai bisa merasakan degub jantungmu didadaku
Membelaimu sesaat, hingga terasa damai merayapi sekujur tubuh.
Kukecup keningmu lembut, menatapmu, kembali mendekapmu erat
Takkan pernah habis rindu ini tanpa hadirmu
#Konya, 5 Nov 14


Semakin dekat waktu kembali
Rindu dihati semakin menjadi
Bilalah kita berjumpa nanti
Akan kudekap kau belahan hati
Panorama alam yang memukau
Tak bisa memalingkanku dari mengingatmu
#Nevsehir, Cappadocia, 6 Nov 14


Penguasa siang beranjak keperaduannya
Membawa serta sinar terang yang setia mengawalnya
Meninggalkan bagian bumi disekitarku meredup
Bulan hadir... Namun enggan berkilau
Hati yang merindu semakin penat didekap malam
Janji mentari akan kembali bersama sinarnya
Membuaiku dalam angan perjumpaandenganmu
Malamku berlalu berhiaskan senyummu
Senyum yang selalu menjadi pelipur laraku.
#Bolu, 7 Nov 14


Melaju dijalan raya yang seperti tak berujung
Membuatku menghayal tentang dirimu
Walau hanya sekedar hayal, bagiku semakin nyata
Akhir perjalanan ini tak tampak bagiku
Tapi bayang wajahmu berucap aku hampir tiba diperaduan kasih
Lelah hati menahan rindu akan luluh
Saat melihatmu dan mendekapmu dalam pelukan
Saat melepas rindu dinanti
Seolah waktu berjalan perlahan meniti hari
Penantian akan terasa lama
Menumpuk rindu yang menggunung
Walau tau hari itu akan datang
Hati tetap gelisah menunggu masa
Harap sabar akan berbuah manis
Dalam dekap peluluh rindu
#Ankara, 7 Nov 14


Wahai Peluluh rindu
Aku sedang mendatangimu
Akan kulabuhkan rasaku padamu
Tak tahan rindu terus menunggu

Wahai peluluh rindu
Akan kuakhiri penantianmu
Bila harus memutar waktu
Akan kuputar terus bersamamu

Wahai peluluh rindu
Kadang kita terhalang jarak dan waktu
Namun hati kutautkan padamu
Waktu jua yang akan jadi pemersatu

Wahai peluluh rindu
Akan tiba waktu menggapai asamu
Hadirku akan menghapus hayalmu
Mendekapmu dalam pelukku
#Istanbul, 8 Nov 14



Friday, 8 January 2016

GURU IKHLAS

Ikhlas adalah kata yang umum kita dengar sehari-hari. Teman atau kerabat kita sering mengatakan "ikhlaskan saja.... " ketika kita kehilangan barang atau uang. Ketika ada orang terdekat kita yang meninggal dunia kata ikhlas pasti sering sekali kita dengar "yang sabar yaa.. ikhlaskan kepergiannya, ini yang terbaik untuknya". Masih banyak sekali variasi kata ikhlas, tapi intinya meminta kita untuk menerima keadaan yang terjadi.

Pengertian ikhlas sangat luas, tak akan cukup halaman buku untuk menuliskan penjabarannya, tak cukup waktu untuk membicarakannya. Tapi kita bisa menarik satu kesimpulan bahwa Ikhlas adalah menerima kondisi yang terjadi pada diri atau lingkungan kita tanpa ada keberatan. Bagi umat muslim hal ini sudah dipelajari sejak kecil, ketika belajar rukun Iman. Ikhlas ada pada rukun Iman ke 6, beriman pada takdir baik dan takdir buruk.

Ketika kita kehilangan benda yang kita sayangi, pasti kita akan bersedih, marah dan menggerutu. Hal itu adalah wajar dan manusiawi. Butuh waktu untuk menerima kondisi tersebut dan merelakan benda yang hilang tersebut. Butuh waktu untuk ikhlas. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sangat tergantung pada masing-masing orang. Agar bisa secepatnya kondisi negatif (sedih atau marah) secepatnya pulih, perlu melatih diri agar secepatnya bisa ikhlas. Bagaimana caranya?

 Guru saya mengatakan bahwa ikhlas itu mudah dan juga sulit. Mudah diucapkan tapi sulit dipraktekkan. Kita semua mungkin mengamini kata guru saya tersebut. Agar bisa secepatnya mempraktekkan ikhlas dalam hidup sehari-hari, kita perlu memahami dengan baik bahwa semua kejadian adalah takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Sebagian mengatakan bahwa ikhlas adalah ilmu tingkat tinggi yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Benarkah seperti itu? tidak sepenuhnya benar. Dimana dan kepada siapa kita bisa belajar ilmu ikhlas?
Secara teori saya yakin semua orang sudah paham, tapi pada saat prakteknya banyak yang mengeluh "itukan teori... prakteknya tidak semudah itu".

Mungkin kita bisa belajar dari kisah penjual anak ayam. Penjual anak ayam itu setiap hari menunggu pembeli di perempatan jalan dekat pos RW. Sering kali dia duduk disamping pos agar terhindar dari sinar matahari atau terpaan hujan. Setiap waktu sholat, ia selalu ada di mesjid yang tidak jauh dari pos RW. Saya pernah mengajaknya berbincang-bincang. Ternyata ia sudah melakoni profesi ini lebih dari 20 tahun. Walau tidak setiap hari ada pembeli tidak membuatnya mengeluh. Katanya hidup ini seharusnya hanya dipakai untuk bersyukur, terlalu banyak hal yang harus disyukuri daripada yang dikeluhkan. Apakah penghasilannya cukup untuk menghidupi diri dan keluarganya? Menurutnya rejeki yang didapatnya pastilah cukup, karena dia yakin Allah menjamin diri dan keluarganya. Semudah itulah dia menerima hidup ini dengan ikhlas.

Kalau kita mau memperhatikan, disekitar kita banyak sekali yang bisa menjadi guru ikhlas. Tidak perlu mencari jauh diatas gunung atau diseberang lautan. Ketika hati kita pandai bersyukur, maka keikhlasan akan tumbuh dengan sendirinya.

Tulisan ini hanya untuk berbagi, bukan untuk menggurui. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Tuesday, 1 December 2015

KENDALI EMOSI

Setiap kita memiliki emosi, baik yang positif maupun negatif. Kalau kita perhatikan, emosi negatif lebih sering muncul dalam keseharian kita. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Apakah emosi negatif porsinya lebih besar dalam diri kita?
Banyak hal yang mempengaruhi timbulnya emosi negatif, jika kita sering menyaksikan kekerasan terjadi didepan kita atau sering menyaksikannya melalui film atau berita di tv maka hal itu akan membuat kita terpengaruh secara tidak sadar bahwa kekerasan itu hal yang biasa. kita sering mendapati orang berkelahi hanya karena persoalan sepele. Walaupun sudah tahu hal tersebut adalah hal yang salah tapi tetap saja dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan.

Lalu bagaimana caranya agar emosi negatif tidak mempengaruhi kita? Bisakah emosi negatif dirubah menjadi positif? Jawabnya sangat bisa karena semua emosi berasal dari dalam hati. Bagaimana kita mengendalikan hati adalah kuncinya. Saya agak kurang setuju dengan perkataan "hati boleh panas kepala harus tetap dingin" karena yang mempengaruhi pikiran adalah hati. Kalau hatinya sudah panas maka otomatis kepala akan ikut panas, logika akan menurun drastis. Akan sangat sulit berpikir dengan jernih jika hati sudah dikuasai oleh emosi negatif dan prasangka buruk, karena disitulah setan akan bermukim untuk terus menggoda dan mengotori hati manusia sehingga hal buruk yang tadinya hanya sedikit menjadi semakin besar dan menggunung.

Kalau sudah tahu bahwa hati berperan sangat sangat besar dalam menciptakan karakter emosi kita, berikutnya adalah mengetahui caranya membuat hati kita lebih lembut dan  jauh dari prasangka buruk.
Kata ini terdengar klasik tapi inilah kunci untuk melembutkan hati, CINTA. Cinta yang dimaksud bukanlah cinta versi sinetron tv yaaa.. tapi cinta yang didasari atas rasa syukur yang tinggi. Bersyukur dengan segala kondisi yang ada.
Dengan rasa syukur yang tinggi maka hati melahirkan rasa cinta yang tulus, karena sudah menerima kondisi sekarang ini sebagai nikmat terbaik dari sang pencipta Allah SWT. Kalau hal ini sudah tertanam dalam hati maka emosi negatif akan sulit mempengaruhi kita. Karena segala sesuatu kita kembalikan kepada Allah SWT.

Ketika kita mendapat kabar yang kurang baik, hal yang pertama terjadi biasanya adalah jantung akan bersedebar lebih kencang, macam-macam pikiran terlintas dan biasanya sebagian besar adalah pikiran negatif. Jika kita membiarkan emosi itu membesar dan menguasai hati, maka pikiran atau otak kita tidak akan berpikir jernih, emosi negatif akan meluap dan tindakan yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya bisa dilakukan.
Sangat banyak contoh untuk hal ini. Sering kita baca dikoran atau nonton berita di tv bahwa ada seorang bankir yang bunuh diri karena persoalan bisnis, anak muda membunuh kekasihnya karena cemburu. Mengerikan sekali jika sudah seperti itu.

Cinta dan emosi bisa membuat seseorang melakukan apapun. Cinta dan emosi kalau dikelola dengan baik bisa membuat seseorang menikmati hidup dengan lebih baik, jauh dari stres dan dekat dengan Allah SWT. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar emosi negatif bisa diredam dan mengubahnya menjadi emosi positif.
Yang pertama tentu saja istighfar agar detak jantung terkendali. Yang kedua keluarkan energi untuk berprasangka baik. Selanjutnya mencari hal positif yang bisa memudahkan kita untuk bersyukur dan akhirnya hal-hal buruk yang bisa menguatkan emosi negatif akan berubah menjadi emosi positif.